Kamis, 10 Mei 2012

Hakikat Sosiolinguistik dan Sosiologi Bahasa


HAKIKAT SOSIOLINGUISTIK DAN SOSIOLOGI BAHASA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiolinguistik



Disusun oleh:
1.      Siti Nuranisah             (A310100160)
2.      Teguh Prastya             (A310100161)
3.      Yessi Purbosari           (A310100162)



PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setiap bidang ilmu tentu mempunyai kegunaan praktis. Begitu juga dengan sosiolinguistik yang merupakan ilmu pengetahuan yang empiris karena berdasarkan pada kenyataan-kenyataan yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Sosiolinguistik juga dikatakan sebagai ilmu teoritis karena kita mengumpulkan dan mengatur gejala-gejala sosial berdasarkan teori, membuat penafsiran yang sistematis, dan memformulasi gejala-gejala itu.
Sosiolinguistik sebagai cabang linguistik mwmandang atau menempatkan kedudukan bahasa dalam hubunngannya dengan pemakai bahasa di dalam masyarakat, karena dalam kehidupan bermasyarakat manusia tidaka lagi sebagai individu, akan tetap sebaga masyarakat sosial. Oleh karena itu, segala sesuatu yang dilakukan manusia dalam bertutur akan selalu dipengaruhi  oleh siituasi dan kondisi di sekitarnya. Sosiolinguistik berupaya menjelaskan kemampuan manusia menggunakan aturan-aturan berbahasa secara tepat dalam situasi-situasi bervariasi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu sosiolinguistik?
2.      Apa itu sosiologi bahasa?
3.      Bagaimana perbedaan antara sosiolinguistik dan sosiologi bahasa?
4.      Bagaimana kaitan sosiologi dan linguistik?

C.     Tujuan




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hakikat Sosiolinguistik
Sosiolinguistik merupakan gabungan antara sosiologi dan disiplin linguistik. Keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat namun berbeda kajiannya. Sosiologi adalah kajian yang objektif dan ilmiah mengenai manusia di dalam masyarakat, dan mengenai lembaga-lembaga sosial dan segala masalah sosial dalam satu masyarakat, akan diketahui cara-cara manusia menyesuaikan diri denagan lingkungannya, masing-masing dalam masyarakat. Sedangkan linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa, atau bidang ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Jadi, sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahsa itu di dalam masyarakat.
Sedangkan menurut ahli bahasa sosiolinguistik dapat diartikan sebagai berikut:
1.      Menurut Kridalaksana (1978), sosiolinguistik adalah ilmu yang mempelajari ciri dan pelbagai varriasi bahasa, serta hubungan di antara para bahasawan dengan ciri fungsi variasi bahasa itu di dalam suatu masyarakat.
2.      Menurut Nababan (1984) sosiolinguistik adalah pengkajin bahsa dengan dimensi kemasyarakatan.
3.      Sociolinguistic is the study of characteristics of language varieties, the characteristics of their function, and the characteristics of their speakers as these three constanly interact, chane and change one another within a speec community. (Sosiolinguistik adalah kajian tentang ciri khas variasi bahasa, fungsi-fungsi variasi bahasa, dan pemakai bahsa karena ketiga unsur ini selalu berinteraksi, berubah, dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat tutur. (J. A. Fishman, 1972)
4.      Sosiolinguistik adalah kajian mengenai bahasa dan pemakaiannya dalam konteks sosial dan kebudayaan (Rene Appel, Gerad Hubert, Greus Meijer, 1976).
5.      Sosiolinguistik adalah subdisiplin ilmu bahasa yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam penggunaan bahasa dan pergaulan sosial (G. E. Booij, J. G. Kersten, dan H. J. Verkuyl. 1975)
6.      Menurut Nancy Parrot Hickerson (1980) sosiolinguistik adalah pengembangan sub bidang linguistik yang memfokuskan penelitian pada variasi ujaran, serta mengkajinya dalam suatu konteks sosial. Sosiolinguistik meneliti korelasi antara faktor-faktor sosial dengan variasi bahasa.
Dari pendapat beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah cabang ilmu linguistik yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sisologi, dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dngan faktor-faktor sosial di dalam masyarakat tutur.
Menurut pandangan sosiolinguistik mekanisme perubahan bahasa dapat dipahami dengan mempeajari dorongan-dorongan sosial yang memacu penggunaan bentuk-bentuk yang bbervariasi di tengah lingkungan yang beraneka ragam.

B.     Sosiologi Bahasa
Istilah sosiologi bahasa sangat berkaitan dengan sosiolinguistik. Bahkan banyak orang menganggap bahwa keduanya sama. Namun jika diteliti, keduanya mempunyai perbedaan. Perbedaan tersbut diungkapkan oleh Fishman, pakar sosiolinguistik yang andilnya sangat besar dalam kajian sosiolinguistik.
Perbedaan sosiolinguistik dan sosiologi bahasa adalah:
·         Sosiolinguistik
Ø  Kajiannya bersifat kualitatif.
Ø  Penelitiannya dimasuki dari bidang linguistik.
Ø  Lebih berhubungan pada dengan perincian-perincian penggunaan bahasa yang sebenarnya.
Ø  Contohnya: deskripsi pola-pola pemakain abahasa atau dialek tertentu yang dilakukan penutur, topik, dan latar pembicaraan.
·         Sosiologi Bahasa
Ø  Kajiannya bersifat kuantitatif.
Ø  Penelitiannya dimasuki dari bidang sosiologi.
Ø  Lebih berhubungan dengan faktor-faktor sosial yang salaing bertimbal balik dengan bahasa atau dialek.
Ø  Contohnya: perkembangan bilingualisme, perkembangan pembakuan bahasa dan perencanaan bahasa di negara-negara berkembang.
Istilah sosiolinguistik baru dikenal pada tahun 1952 dalam karya Haver C. Currie yang menyarankan adanya penelitian hubungan antara perilaku ujaran dengan status sosial. Fishman dalam bukunya menggunakan istilah sociolinguistics pada tahun 1970. Namun, pada tahun 1072 Fishman menggunakan nama Sociology of Language. Jadi, sosiolinguistik dan sosiologi bahasa sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

C.     Kaitan antara Sosiologi dan Linguistik
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan individu, ataupun sebagai kelompok masyarakat. Objek kajian sosiologi ialah proses hubungan antar manusia dengan masyarakat (Aslinda: 2002:12). Sumarsono dan Piana (2002:5): Sosiologi mempelajari antara lain struktur sosial, organisasi kemasyarakatan, hubungan antaranggota masyarakat, dan tingkah laku masyarakat yang berinteraksi menggunakan bahasa (dalam masyarakat ada berbagai lapisan: pengusaha, pejabat, rakyar jelata..) tentulah bahasa yang digunakan bervariasi (sosiolinguistik). Keeretan hubungan sosiolinguistik dengan sosiologi dapat kita lihat dalam penggunaan metode penelitian. Misalnya, dalam pengumpulan data penelitian, baik sosiologi maupun sosiolinguistik menggunakan metode wawancara, rekaman,pengumpulan dokumen, dan sebagainya, sedangkan dalam pengolahan data menggunakan metode deskriptif.











BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sosiolinguistik adalah cabang ilmu linguistik yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sisologi, dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dngan faktor-faktor sosial di dalam masyarakat tutur. Sedangkan Sosiologi bahasa adalah ilmu yang mempelajari bahasa dalam struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk di dalamnya perubahan-perubahan sosial. Keduanya mempunyai perbedaan namun salaing berkaitan. Keeretan hubungan sosiolinguistik dengan sosiologi dapat kita lihat dalam penggunaan metode penelitian.
B.     Saran
Makalah ini belum sepenuhnya sempurna dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu saran dari pembaca sangat kami harapkan demi perbaikan.


















DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul, Leonie Agustina, 2010. Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta
Ohoiwutu, Paul. 1997. Sosiolinguistik. Jakarta: Kesaint Blanc – Anggota IKAPI
Wijana, I Dewa Putu, Muhammad Rohmadi. 2006. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar